Sementara itu, di Klaten petugas menemukan hati sapi yang sudah membusuk, serta daging ayam yang direndam dalam air. Di pasar tradisional Klepu Ceper, tim menemukan sekitar seperempat kilogram hati sapi busuk di salah satu kios daging sapi. Kondisi fisik daging busuk itu sangat menyolok yakni sudah lunak, menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Pengujian dengan ph meter terhadap hati sapi menunjukkan keasaman dibawah enam. Di pasar Klepu ini pula petugas juga menemukan pedagang beramain curang, dengan merendam daging ayam dengan air. Petugaspun langsung meminta pedagang untuk mengangkat daging dari ember dan membuang air rendamnya. Heru Warsito-Windharto, TATV |
Sapi Yang Sudah Membusuk
Submitted by tatv on Rab, 09/01/2010 - 17:47.Korban Sugiyo Hilang Hampir Tujuh Tahun
Submitted by tatv on Rab, 09/01/2010 - 17:45.Ditemui di rumahnya di Dusun Cokro Kembang Tulung Klaten, keluarga istri korban Sugiyo yang kerangka jenasahnya ditemukan di pekarangan rumah pelaku, tampak berbenah menunggu jenasah yang diakui pelaku Yulianto Sebagai anggota keluarganya. Sementara anak Sugiyo, Tuti Daryati 18 tahun, bersiap berangkat ke Mapolres Sukoharjo untuk menjalani tes Dioxiribo Nucleo Acid (DNA). Hasil tes DNA ini nantinya akan digunakan untuk mencocokan DNA kerangka korban kedua yang ditemukan polisi. Menurut keterangan adik ipar korban Jadi Wahyudi 40 tahun, selama tujuh tahun menghilang keluarga mengira korban pergi ke Jakarta untuk merantau. Pihak keluarga tidak ada firasat apapun tentang kepergian kakak iparnya yang kesehariannya buruh harian lepas tersebut. Korban juga tidak pernah bercerita pernah mendatangi Yulianto ataupun bercerita punya masalah dengan dukun pijat Yulianto, yang juga tetangganya tersebut. Keluarganya baru mengetahui jika Sugiyo menjadi salah satu korban pembunuhan berantai setelah didatangi Polisi yang kemudian meminta anaknya di-tes DNA. |
Anak Sugiyo Diambil Darahnya Untuk Test DNA
Submitted by tatv on Rab, 09/01/2010 - 17:41.Selain mengambil sampel darah untuk diuji DNA, Polisi juga meng-kroscek kan barang-barang yang turut ditemukan bersama dengan tengkorak yang diduga Sugiyo kepada keluarga, yakni sabuk, celana, sandal dan baju. Sementara itu, Titik anak kandung Sugiyo meyakini kerangka yang ditemukan itu adalah bapaknya. Keyakinan Titik bukan didasarkan pada temuan kerangka namun curiga terhadap tersangka yang tiga kali mendatanginya dan memaksa untuk membubuhkan tanda tangan setuju ada pengalihan tanah. Pada kesempatan ini Titik menegaskan jika nama aslinya bukan Titik namun Tuti. |
Tersangka Memohon Maaf Kepada Keluarga Korban
Submitted by tatv on Rab, 09/01/2010 - 17:37.Siapa sangka, sosok agak pemalu ini begitu tega menghilangkan nyawa sesama manusia. Yulianto mengakui alasan membunuh Sugiyo karena jengkel, karena Sugiyo tidak kunjung membayar hutang 5 juta yang dipinjam dari Yulianto. Padahal uang 5 juta itu, menurut yulianto merupakan jerih payahnya dari bekerja sebagai tukang becak dan tukang batu. Kepada TATV tersangka dukun maut ini menceritakan kisah nekatnya membunuh Sugiyo maupun Susanto. Yulianto membunuh Kopda Susanto juga karena jengkel, yang bersangkutan tidak segera membayar ongkos pijat 200 ribu. Meski begitu Yulianto mengaku menyesal dan meminta maaf. Yulianto mengaku hanya membunuh dua orang tidak lebih. |
Motif Pembunuhan Dukun Maut Karena Jengkel Dan Sudah Direncanakan
Submitted by tatv on Rab, 09/01/2010 - 17:35.Tim penyidik unit Reskrim Polres Sukoharjo akhirnya berhasil mengungkap fakta dibalik kasus pembunuhan satu orang anggota Kopasus Kopda Santoso, serta kerangka manusia yang diduga kuat adalah mayat Sugiyo tetangga tersangka. Tersangka merencanakan membunuh, setelah permintaannya tidak dipenuhi Susanto dan Sugiyo. |
Kandang Rusak, Kera Koleksi TSTJ Banyak Yang Hilang
Submitted by tatv on Rab, 09/01/2010 - 16:47.Petugas Taman Satwa Taru Jurug senin siang mencari lima, dari 15 kera yang menghilang dari kandang. Kera-kera Jawa di TSTJ, dalam beberapa bulan terakhir banyak yang hilang karena kondisi kandang sudah tidak layak. Sebagian kera yang lepas, terkadang sempat ditemukan lagi oleh petugas. Namun beberapa diantaranya, dinyatakan tidak diketemukan. Petugas TSTJ menegaskan telah usul adanya perbaikan kandang kepada Pemerintah, namun belum dilakukan perbaikan. Belum dilakukan terkait status TSTJ yang belum jelas, kondisi kandang yang tidak layak, selain membuat koleksi hewan lepas juga mengakibatkan sejumlah kera terluka karena tergores bagian kandang. Sementara itu, berdasarkan keterangan petugas lain, sebelumnya salah satu koleksi kuda nil sempat lepas, namun berhasil ditangkap lagi. Kudanil lepas terkait kondisi kandang pula, selain kudanil dan kera yang lepas seekor buaya juga lepas dan hingga kini tidak ditemukan. |
Diduga Yulianto Juga Membunuh Siti Aminah Pacar Pertamanya
Submitted by tatv on Rab, 09/01/2010 - 16:40.Rodhi, kakak kandung Siti Aminah mengatakan, adiknya dan Yulianto pernah terlibat hubungan cinta, hingga membuat Aminah mengandung. Siti Aminah kemudian meminta pertanggung jawaban. Selang beberapa hari, Siti Aminah hilang dan tak pernah kembali. Sementara itu, Suwarto ayah kandung Siti Aminah menambahkan sesaat sebelum pergi, Aminah pamit akan menemui temannya, yang sama-sama beralamatkan di Pucangan Kartasura. |
Mungkinkah Temuan Tengkorak Itu Adalah Sugiyo
Submitted by tatv on Rab, 09/01/2010 - 16:36.Munculnya nama Sugiyo sebagai sosok atas tengkorak yang ditemukan petugas senin pagi, diungkapkan ketua Rt tempat Yulianto tinggal, Jasmin berdasar pengakuan Titik anak sugiyo sejak sugiyo hilang enam tahun lalu, Yulianto sebanyak 3 kali datang ke rumah Titik, di Kecamatan Tulung Klaten, memaksa Titik anak Sugiyo untuk menandatangani berkas balik tanah milik Sugiyo, seluas 700 meter yang terletak di Pucangan Kartasura. Namun Titik menolak karena tidak tahu duduk perkara. Kedatangan ketiga Yulianto kali terakhir sekitar empat bulan lalu, hanya saja mengenai kebenaran dugaan ini, masih menunggu hasil otopsi tim Labfor Tuntas. Sementara itu dalam membunuh korban, Yulianto diduga melakukan praktik mutilasi atau memotong tubuh korban. |
Di TKP Dipastikan 1 Kerangka Manusia , Lainnya Kerangka Kambing
Submitted by tatv on Rab, 09/01/2010 - 16:23.Temuan mayat di rumah milik Yulianto, di Kragilan Pucangan Kartosuro ditindaklanjuti dengan pembongkaran tanah di sekitar lokasi. Untuk menemukan adanya mayat lain, senin pagi petugas menemukan kerangka manusia dan tulang belulang, kemudian pada senin siang harinya, tim Dokter Polresta Surakarta dibantu tim Dokter RS Muwardi, melakukan outopsi atas sejumlah kerangka yang ditemukan. Menurut ketua tim outupsi kerangka, Aji Kadarmo hasil otopsi memastikan satu kerangka manusia yang ditemukan dengan umur antara 40 hingga 60 tahun. Bukti lainnya saat kerangka ditemukan adalah sandal merek lily dan celana pendek warna biru, hingga outopsi berakhir dipastikan baru satu kerangka manusia yang ditemukan, sementara kerangka-kerangka lainnya adalah kerangka kambing yang dikubur tak jauh dari kerangka manusia ditemukan. Hingga saat ini masih terdapat 4 kantong plastik berisi kerangka yang belum diotopsi, otopsi akan dilakukan selasa besok Pagi. |
Polisi Berhasil Temukan Satu Tengkorak Manusia Dan Puluhan Tulang Belulang
Submitted by tatv on Rab, 09/01/2010 - 16:18.Tim kepolisian Sukoharjo terus melakukan penggalian di lokasi rumah Yulianto, tersangka pembunuh anggota Kopassus Kopda Santoso, bersama Labfor Polda Jateng. Petugas menemukan satu tengkorak dan tulang belulang di pekarangan rumah Yulianto, yang juga berprofesi sebagai tukang pijit di desa Kragilan Kartasura. Tengkorak beserta tulang belulang yang ditemukan, berikutnya diotopsi untuk dipastikan apakah kerangka manusia ataukah kerangka hewan. Temuan tengkorak dan tulang belulang di rumah Yulianto ini memastikan bila jumlah korban yang diduga dibunuh Yulianto. Tidak hanya satu, namun lebih setidaknya hingga senin ini, sudah dua orang dinyatakan dibunuh. Polisi mengirim semua temuan tengkorak dan tulang belulang ke Laboratorium forensik di Kota Surakarta, guna identifikasi jumlah dan jenis korban. |















