Handoko Hanya Dikorbankan


Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pembangunan perumahan Griya Lawu Asri dengan terdakwa Handoko Mulyono, kamis siang kembali digelar di Pengadilan Negeri Karanganyar. Sidang masih dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Dalam sidang tim jaksa penuntut umum  menghadirkan 4 orang saksi  masing-masing ketua tim Rina Centre, Bambang Hermawan, Sekretaris KSU Sejahtera Tribusono, salah satu staf karyawan KSU Sejahtera, Jony Tanasa serta salah satu sub kontraktor pembangunan perumahan GLA Wiyono. Dalam salah satu kesaksian yang diberikan, Bambang menyatakan jika terdakwa Handoko Mulyono hanyalah pihak yang sengaja di korbankan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan perumahan Griya Lawu Asri. Menurutnya, pihak yang sebenarnya paling bertanggung jawab dalam kasus tersebut adalah Toni Iwan Haryono dan Rina Iriani. Dalam kesaksian lainya, Bambang juga menyatakan jika Toni Iwan Haryono memiliki peran cukup penting di KSU Sejahtera. Salah satunya, semua pekerjaan pembangunan perumahan Griya Lawu Asri diperoleh langsung dari Tony Iwan Haryono. Peran penting lainya, bahwa seluruh proses pembayaran juga dilakukan oleh Tony. Sementara itu, terkait hubungan antara KSU Sejahtera dengan Rina Center, Bambang menyatakan tidak ada hubungan antara Rina Center dengan KSU Sejahtera. Semua biaya pengeluaran biaya PEMILUKADA yang melalui Rina Centre, berasal dari kandidat calon bupati dan Toni Iwan Haryono serta dirnya tidak mengetahui apakah dana tersebut di ambil dari KSU Sejahtera atau tidak.

Siti Aminah Korban Pertama Yulianto



4 siti aminah korban pertama.jpg

Tim terdiri dari Kapolres Sukoharjo AKBP Suharyono, Kasat Reskrim AKP
Sukiyono, Tim Labfor dari Polda berangkat ke puncak Merapi pukul 12
siang melalui jalur pendakian new Selo, dukuh Plalangan Lencoh
Selo. Selain tim, tersangka Yulianto turut serta didalamnya. Perjalanan dari new Selo menuju ke lokasi dikuburnya pacar tersangka
Siti Aminah di pasar Bubrah atau tiga kilometer dari puncak Merapi
memakan waktu hingga 4 jam perjalanan. Kondisi jalan menuju
ke puncak gunung Merapi menanjak. Sementara menurut Kasat Reskrim
Polres Sukoharjo AKP Sukiyono, Siti Aminah warga Sraten Pucangan
Kartasura, merupakan korban pembunuhan Yulianto yang pertama
kalinya. Pembunuhan dilakukan pada tahun 1991. Untuk sementara 
modus tersangka nekat membunuh karena korban yang sedang hamil meminta pertanggung jawaban tersangka. Terungkapnya lokasi korban Aminah dikubur, Berdasarkan pengakuan tersangka setelah dibujuk istrinya Sri Muryanti. Sementara disisi lain, Polsek Selo dibuat sibuk dengan pengakuan tersangka Yulianto.

Korban Diduga Kuat Siti Aminah, Pacar Tersangka



3 korban baru.jpg

Upaya polisi menggali korban di lereng Merapi menemui kesulitan. Kapolres Sukoharjo, AKBP Suharyanto saat dihubungi mengatakan, tempat pengambilan kerangka di lereng Merapi cukup berat yaitu harus berjalan kaki sepanjang satu kilo meter selanjutnya menggali kerangka yang sudah tertimbun lumpur sedalam 80 sentimeter. Pun halnya dengan gua Cerme  yang dinilai cukup berbahaya karena sempit sehingga tidak dapat dimasuki orang secara bersama-sama  dan rawan memunculkan gas beracun. Karena itu, petugas harus sangat berhati-hati.

Diduga Kuat Kerangka Di Gua Cerme Adalah Suhardi



2 jenazah gua cerme.jpg

Berdasar kesaksian warga Pucangan Kartasura, sekitar 4 tahun lalu terdapat  pasien Yulianto bernama Suhardi, warga Gumpang yang merupakan pengusaha mebel dari rotan. Suhardi dikatakan sering berobat, namun berikutnya menghilang tanpa keterangan.Kapolres Sukoharjo   AKBP Suharyono saat dihubungi menyatakan pihaknya masih menunggu hasil Labfor. Namun   untuk korban di lereng Gunung Merapi mengarah Siti Aminah, pacar Yulianto yang hilang sejak tahun 1991 dan kuat kemungkinan dibunuh tersangka. Polisi masih menyelidiki modus pembunuhan  apakah sama dengan dua korban sebelumnya  yakni diracun dengan ramuan kecubung atau tidak.

Polisi Temukan Dua Kerangka Manusia Korban Dukun Maut



1 lagi korban dimerapi.jpg

Satu dari dua korban pembunuhan oleh Yulianto, ditemukan di kompleks gua Cermai Bantul. Selepas melakukan penggalian di gua Cermai, Polisi langsung bergerak menuju Gunung Merapi  Boyolali  untuk menggali kubur korban lain. Keberadaan dua korban lain setelah Kopda Santoso dan Sugiyo menurut Kepolisian dari pengakuan tersangka. Bahwa yulianto juga pernah membunuh seorang lelaki lagi  sekitar usia 40 tahun dan dikubur di kompleks gua Cerme   pedukuhan Srunggo Kecamatan Imogiri Bantul 4 tahun lalu. Sedangkan kerangka di lereng merapi  adalah wanita, yang diperkirakan dibunuh 20 tahun lalu. Kapolres sukoharjo Akbp Suharyono kepada wartawan mengakui, tim Polisi menemukan dua kerangka jenazah hasil penggalian di gua cermai Bantul dan Lereng Merapi Boyolali. Penggalian dilakukan sejak kamis dinihari dan hingga sore hari tadi  penggalian di lereng Merapi  masih berlangsung. Selanjutnya jenazah akan dibawa ke laboratorium forensik Rumah Sakit Dokter  Moewardi. Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus  adanya korban lain yang belum terungkap.

Pengambilalihan KSU Atas Perintah Toni Dan Kepala Disperindagkop



5-ksu.jpg

Kasus dugaan korupsi proyek perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA)  dengan terdakwa ketua KSU Sejahtera tahun 2008  Handoko Mulyono kembali disidangkan. Sidang hari selasa ini memasuki agenda pemeriksaan saksi. Empat saksi yang di hadirkan masing-masing pendiri KSU Sejahtera Wiyono, pegawai Disperindagkop Dewi Hanifah,  bendahara KSU Sejahtera Nunik Tati Kartiningsih dan mantan ketua KSU Sejahtera tahun 2007 Fransiska Rianasari. Sejumlah saksi memberikan keterangan yang saling berkaitan bahwa sebelum  menangani proyek perumahan bersubsidi dari kementrian perumahan rakyat, keberadaan koperasi tersebut awalnya telah lama mati atau pasif. Kemudian koperasi kembali di aktifkan dan kepengurusanya di ambil alih oleh pengurus baru  tanpa melalui mekanisme rapat anggota. Sejumlah saksi mengatakan proses pengambilalihan kepengurusan koperasi tersebut atas suruhan suami bupati Karanganyar Toni Iwan Haryono dan diduga  melibatkan pejabat di lingkungan dinas perindustrian perdagangan dan koperasi (disperindagkop) pemkab Karangnayar.

Mendapat Intimidasi, Warga Samas Mengadu Ke Bupati



1-samas.jpg

Sekitar dua puluh orang warga di empat pedukuhan di kring empat desa srigading sanden   selasa siang mendatangi kantor bupati Bantul. Kedatangan mereka terkait keinginan warga untuk membersihkan kawasan wisata pantai samas dari praktik prostitusi dan perdagangan miras. Ternyata keinginan warga yang didukung penuh oleh pemerintah tingkat desa hingga tingkat kabupaten ini ditanggapi lain oleh sebagian warga yang tidak setuju jika prostitusi dan peredaran miras di samas dibersihkan. Hal ini dirasakan warga  karena mendapat ancaman dari oknum warga yang tidak suka terhadap program warga tersebut. Menanggapi hal ini menurut Bupati Bantul Sri Surya Widati program warga untuk membersihkan obyek wisata pantai Samas adalah gagasan yang sangat baik.

Razia PSK



4-razia.jpg

Razia yang digelar oleh tim gabungan antara satpol p-p dan dinas sosial pemuda dan olah raga kota Semarang ini di lakukan di sejumlah lokasi di kota Semarang diantaranya jalan tanjung, jalan imam bonjol, kawasan kota lama, kawasan pasar johar, jalan gajahmada, jalan sriwijaya dan jalan pandanaran. Dengan sasaran para pengemis, gelandangan dan orang terlantar serta p-s-k yang kerap mangkal di jalan-jalan protokol di kota Semarang. Razia sempat diwarnai ketegangan ketika berada di kawasan pasar johar. Dianggap sebagai pasangan gelap tukang becak beserta seorang wanita ini pun diperiksa satpol p-p. Kepada petugas tukang becak ini mengaku  wanita yang bersamanya adalah istri sah nya. Dengan menunjukkan surat nikah serta k-t-p kepada petugas akhirnya mereka berdua dilepaskan. Suasana sempat memanas ketika tukang becak tersebut berusaha menyerang petugas dan wartawan  lantaran tidak terima dengan perlakuan petugas kepada dirinya. Beruntung ketegangan tersebut dapat diredam setelah tukang becak tersebut mendapat penjelasan dari petugas.

Warga Diminta Teliti Dan Waspada



3-oprasi daging.jpg

Di Bantul sasaran dari razia kali ini adalah para penjual daging sapi, kambing dan ayam. di pasar Piyungan petugas langsung melakukan pemeriksaan satu per satu daging milik para penjual di pasar ini, dalam operasi ini petugas hanya menemukan telur yang rusak serta menemukan penjual daging sapi yang membungkus dengan plastik daur ulang. Di Temanggung dalam razia yang digelar di pasar Legi Parakan, petugas kembali menemukan sejumlah daging tak layak konsumsi terjual dipasaran. Dari seorang pedagang petugas menemukan sedikitnya satu kilogram hati sapi yang mulai membusuk. Saat melakukan pemeriksaan terhadap hati sapi yang tersimpan dalam tas plastik tersebut, petugas menemukan cacing. Demikian juga di Klaten, petugas dari rumah pemotongan hewan Dinas Pertanian Klaten mendatangi satu per satu kios daging milik pedagang di pasar tradisional Klepu Ceper. Di sini tim menemukan sekitar seperempat kilogram hati sapi busuk di salah satu kios daging sapi. Kondisi fisik daging busuk itu sangat menyolok yakni sudah lunak menghitam dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Talud Ambrol Dua Rumah Terancam Longsor



2-talud.jpg

Hujan deras yang mengguyur senin malam, mengakibatkan bencana tanah longsor di dusun Wonoderi  Desa Donomulyo  Kecamatan Secang  Kabupaten Magelang. Dua rumah warga terancam longsor, menyusul talud penahan sepanjang lima belas meter yang baru selesai dibangun satu bulan ini, ambrol menimpa saluran irigasi dan saluran air bersih.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga kini warga masih berupaya membersihkan material longsoran batu dan tanah untuk memulihkan saluran irigasi.