Tuntutan Belum Di Penuhi Buruh Terus Berdemo


Sejak jumat pagi, ratusan buruh yang datang ke pabrik belum mulai bekerja, bahkan karena kesal dengan pihak pabrik yang belum memenuhi tuntutan tunjangan hari raya dan kesejahteraan karyawan, para buruh melakukan aksi lempar baju seragam pabrik. Para buruh juga sempat akan membakar baju tersebut, namun aksi ini akhirnya dapat dihentikan oleh petugas kepolisian. Hingga jumat siang, sejumlah perwakilan buruh dan jajaran direksi perusahaan masih melakukan negosiasi. Sejumlah petugas kepolisian juga masih terus melakukan penjagaan di sekitar  perusahaan. Aksi mogok kerja yang dilakukan sekitar enam ratus buruh pabrik kayu lapis yang berada di desa Nguwet Kranggan Temanggung ini berlangsung sejak kemarin. Mereka menuntut pihak perusahaan memberikan THR satu bulan gaji.

Kapolda Lapor Jika Kehilangan Anggota Keluarga


Korban pembunuhan berantai di kabupaten Sukoharjo yang melibatkan seorang tukang pijat, Yulianto kini bertambah menjadi 4 orang yakni Santoso dan tiga lainnya masih diduga yaitu Sugiyo, Suhardi dan Siti Aminah. Jasad Siti Aminah sendiri menurut tersangka dikuburkan di salah satu tempat yang dinamakan pasar Bubrah, yakni di kawasan gunung Merapi kabupaten Boyolali. Menurut kapolres Sukoharjo Suharyono, motif dari pembunuhan yang dilakukan Yulianto merupakan murni jika tersangka ingin memiliki harta korbannya. Sementara itu terkait kasus pembunuhan ini kapolda Jateng, Inspektur Jendral Polisi Edward Aritonang menghimbau kepada masyarakat supaya segera melaporkan kepada pihak berwajib jika anggota keluarganya ada yang hilang.

Otopsi Kerangka Diduga Suhardi


Setelah diketemukan di Gua Cereme Bantul Jogyakarta, kerangka jenazah yang diduga korban pembunuhan Yulianto tiba di Laboratorium Forensik RS Dokter Muwardi kamis malam dan dioutopsi pada jumat pagi. Outopsi berlangsung dari pukul 8.30 hingga pukul 11 wib. Ketua tim pemeriksaan kerangka, Aji Kadarmo spesialis forensik menjelaskan dari ciri-ciri yang di dapat, usia kerangka korban sekitar 20 hingga 40 tahun. Dari penemuan di TKP juga diperoleh celana dalam warna biru serta baju yang telah luntur warna aslinya. Tim outopsi juga telah mengambil sampel DNA untuk di teliti di Pusat Kedokteran Polri di Jakarta. Outopsi kerangka para korban yang saat ini masih disimpan di freezer ruang outopsi, dilakukan dengan metode DVI ( Disaster Victim Identification ) sama dengan pemeriksaan terhadap korban pembunuhan berantai Ryan Jombang beberapa waktu lalu. Sementara itu Suminem ibu kandung Suhardi meyakini bahwa kerangka mayat yang diambil polisi dari gua Cerme Bantul itu bukan Suhardi anaknya seperti ditulis di media massa. Suminem sangat yakin Suhardi masih hidup meski orang lain mengatakan sudah tewas dibunuh Yulianto. Semetara itu Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKBP Sukiyono menyatakan sebelum ada hasil yuridis tes DNA dan petunjuk lain, maka tidak ada yang bisa memastikan identitas kerangka jenazah tersebut.

Yulianto Terindikasi Gangguan Jiwa Berat


Pakar kesehatan jiwa menilai, perilaku Yulianto merupakan kepribadian menyimpang. Yuliato terindikasi mengalami gangguan jiwa berat. Sehingga memaksanya berbuat kejam  tanpa merasakan rasa bersalah. Dalam istilah kesehatan jiwa, kelainan yang menimpa Yulianto   disebut dengan istilah Psikopat.  Pakar kesehatan jiwa Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta, Suprihhartini mengatakan,  kelainan yang diderita Yulianto dapat terjadi pada sumua orang. Umumnya   kelainan ini karena terpengaruh lingkungan sekitar. Gangguan jiwa yang menimpa Yulianto ini  umumnya tidak dengan mudah dapat disembuhkan, walaupun sembuh   penderita gangguan jiwa seperti ini sewaktu-waktu dapat kambuh. Sehingga memerlukan therapi jiwa dengan jangka waktu lama.

Polisi Ambil Darah Ibu Suhardi Untuk Test DNA



3 polisi DNA.jpg

Hasil test untuk dibawa ke Mabes Polri, guna dicocokkan dengan kerangka mayat yang terkubur sekitar 6 tahun lalu di gua Cerme Imogiri Bantul. Sementara itu Ibu Suhardi, Suminem mengaku tidak percaya  jika kerangka yang ditemukan di gua yang dikenal sebagai tempat mencari pesugihan itu adalah anaknya. Suminem yakin anaknya masih hidup dan menjalani kehidupannya  sebagai penjual sepatu keliling. Semetara itu Kasatreskrim Polres Sukoharjo Akp Sukiyono menyatakan,  pihaknya memang belum berani memastikan jika kerangka yang digali di gua Cerme Bantul adalah Suhardi. Sebelum ada hasil yuridis atas test DNA dan petunjuk. lainhalnya dengan kerangka Sugiyo, korban Yulianto lainnya.

Otopsi Kerangka Diduga Suhardi



2 kerangka diotopsi.jpg

Setelah diketemukan di gua Cerme Bantul Jogyakarta, kerangka jenazah yang diduga korban pembunuhan Yulianto, tiba di laboratorium forensik RS Dokter Muwardi kamis malam, dan dioutopsi pada jumat pagi. Outopsi berlangsung dari pukul 8.30 hingga pukul 11 WIB. Ketua tim pemeriksaan kerangka, Aji Kadarmo, spesialis forensic, menjelaskan dari ciri-ciri yang di dapat,  usia kerangka korban sekitar 20 hingga 40 tahun. Dari penemuan di TKP juga diperoleh celana dalam warna biru serta baju yang telah luntur warna aslinya. Tim outopsi juga telah mengambil sampel DNA untuk di teliti di pusat kedokteran Polri di Jakarta. Outopsi kerangka para korban yang saat ini masih disimpan di freezer ruang outopsi, dilakukan dengan metode DVI ( Disaster Victim Identification ), sama dengan pemeriksaan terhadap korban pembunuhan berantai Ryan Jombang beberapa waktu lalu.

Ratusan Buruh Mogok Kerja Tuntut THR


Aksi unjuk rasa dilakukan sekitar delapan ratus buruh yang bekerja di pabrik kayu lapis PT. Adistama Gemilang di halaman perusahaan, di desa Nguwet Kecamatan Kranggan Temanggung. Mereka melakukan orasi dan pintu pabrik ditutup menggunakan motor para karyawan, bahkan mereka juga melakukan aksi menginjak injak roti sebagai bentuk kekecewaan para buruh terhadap menu  sahur yang diberikan oleh pabrik kepada buruh yang hanya roti, seharga lima ratus rupiah. Dalam orasinya Koordinator aksi, Miftahudin menuntut perusahaan memberikan THR secara proporsional, yakni satu kali gaji bahkan mereka menilai pemberian roti seharga lima ratus rupiah itu dianggap melecehkan para buruh karena dianggap tidak layak konsumsi. Aksi mogok dan demo ini dijaga ketat oleh aparat Kepolisian dengan mengamankan seluruh fasilitas pabrik.

Korban Tenggelam Di Sungai Opak Ditemukan


Setelah tiga hari dilakukan pencarian, akhirnya petugas SAR Pantai Parangtritis berhasil menemukan tubuh Bagas Untoro Korban tenggelam pada selasa kemarin, saat sedang mandi di sungai Opak bersama teman-temannya. Korban yang masih berusia delapan tahun, warga Bawuran Kecamatan Pleret ini dinyatakan hilang setelah terseret arus sungai Opak saat korban mandi dengan tiga temannya. Saat ditemukan korban dalam kondisi mengambang tepat di bendung tegal bercampur dengan tumpukan sampah. Setelah mengenali ciri-ciri korban pihak keluarga langsung memastikan korban adalah Bagas Untoro. Sementara itu, dari pemeriksaan medis dari Puskesmas Jetis dan tim Identifikasi Polres Bantul tidak ditemukan luka akibat kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Dan penyebab tewasnya korban dinyatakan murni karena kecelakaan. Pihak keluarga korban juga tidak meminta dilakukan otopsi pada tubuh korban. Pihak Kepolisian selanjutnya menyerahkan korban ke pihak keluarganya untuk dimakamkan.

TKP Mayat Di Lereng Merapi Tim Polres Sukoharjo Tak Temukan Mayat


Tim pencari korban pembunuhan dukun pijat Yulianto, yang dipimpin Kapolres Sukoharjo Akbp Suharyono tiba di areal Parker Kawasan New Selo pada 17.00 WIB, setelah lima jam berada di puncak Merapi. Pencarian terpaksa dihentikan setelah lokasi tempat dikuburnya korban yang diduga Siti Aminah warga Sraten Pucangan Kartasuran atas dasar pengakuan tersangka sudah berubah. Lokasi yang semula menurut keterangan tersangka Yulianto  terdapat tanda segitiga namun sekarang kondisi sudah tertimbun. Berubahnya lokasi tempat di kuburnya korban, diakibatkan timbunan letusan material gunung merapi. Lokasi ini berada di daerah yang berbentuk segitiga atau tiga kilometer di bawah puncak gunung Merapi dengan ketinggian diatas laut 2500 meter. Usai tidak ditemukannya lokasi kuburan kerangka di lereng Merapi, satu jenazah yang ditemukan di  daerah bantul segera dibawa ke Forensik Rumah Sakit Dr Muwardi Surakarta, divisum untuk mengetahui identitas dari korban Yulianto tersebut.

Polisi Temukan Dua Kerangka Manusia Korban Dukun Maut


Satu dari dua korban pembunuhan oleh Yulianto, ditemukan di kompleks gua Cerme Bantul. Selepas melakukan penggalian di gua Cermai, Polisi langsung bergerak menuju Gunung Merapi  Boyolali, untuk menggali kuburan korban lain. Menurut Kepolisian, dari pengakuan tersangka   bahwa yulianto juga pernah membunuh seorang lelaki lagi sekitar usia 40 tahun dan dikubur di kompleks gua Cerme Pedukuhan Srunggo Kecamatan Imogiri Bantul, 4 tahun lalu. Sedangkan kerangka di lereng Merapi adalah wanita yang diperkirakan dibunuh 20 tahun lalu. Kapolres Sukoharjo Akbp Suharyono  mengakui tim Polisi menemukan dua kerangka jenazah hasil penggalian di gua cermai Bantul dan lereng Merapi Boyolali. Penggalian dilakukan sejak kamis dinihari dan hingga sore hari tadi, penggalian di lereng Merapi masih berlangsung. Selanjutnya jenazah akan dibawa ke Laboratorium Forensik Rumah Sakit Dokter  Moewardi. Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus adanya korban lain yang belum terungkap.