Belum Terima Gaji Dan THR Satpam Mogok Kerja


Selama dua hari, empat puluh dua personil security dari perusahaan Out Sourching Primanusa Purnama, security menggelar aksi mogok kerja di Saphir Square tempat mereka bekerja. Aksi ini dilakukan dengan menutup akses pintu masuk sehingga pengunjung yang hendak berbelanja di tempat ini tidak bisa masuk. Akibatnya salah satu pusat perbelanjaan di kota Jogjkarta ini sepi dari pengunjung. Hari ini, meski Saphir Square sudah dibuka untuk pengunjung, namun aksi para satpam tersebut masih berlanjut. Para petugas yang biasanya mengamankan lokasi perbelanjaan hanya terlihat duduk-duduk di area parkir. Salah satu koordinator security, Andri mengatakan sejak kemarin mereka dijanjikan akan mendapatkan kejelasan tentang tuntutan mereka dari pihak Saphir Square. Namun hingga hari ini belum ada kejelasan sedikitpun mengenai tuntutan mereka. Para security ini menuntut pemberian satu setengah bulan gaji mereka yang hingga kini belum dibayarkan, serta THR menjelang ramadhan.

Status Amsori Tetap PNS Aktif


Badan kepegawaian daerah masih menunggu kesimpulan akhir proses peradilan atau incrah, sebelum memutuskan status kepegawaian Amsori. Amsori masih diijinkan ngantor dan juga masih diperbolehkan mengikuti rapat. Karena masih terlibat masalah, BKD mengizinkan yang bersangkutan absent selama untuk keperluan menjalani peradilan. Sementara, pasca diputusnya vonis penjara 4 tahun serta denda 50 juta terhadap mantan Kepala Dinas Pendidikan Surakarta, Amsori, oleh Pengadilan Negeri Surakarta senin 30 agustus 2010 lalu. Elemen dunia pendidikan kota Surakarta, meradang dan bersiap melakukan serangan balik kepada oknum-oknum yang selama ini lepas dari jerat hukum. Mereka menilai, Amsori telah diperalat oleh oknum-oknum tersebut sehingga terjerat dalam kasus korupsi sarana pendidikan kota Surakarta tahun 2003. Amsori divonis bersalah, karena ikut serta merugikan keuangan negara senilai 3,7 milliar.

Orang Tua Siswa Demo Pungutan Uang Gedung


Kedatangan para orang tua siswa ke SMP 19 ini dipicu kekesalan, karena pihak sekolah mengharuskan adanya uang gedung, 1 hingga 2 juta rupiah per siswa. Orangtua murid mengakui jika sebelumnya telah digelar rapat bersama dengan komite sekolah, guna membahas adanya uang gedung. Namun, rapat itu ditegaskan tidak ada artinya karena sekolah akhirnya menentukan sendiri besaran pungutan uang gedung dan mengharuskan orang tua siswa membayar sesuai keputusan. Orang tua siswa menginginkan sekolah memberi keringanan pembayaran termasuk dengan cara mengangsur. Sementara itu, meski didatangi para wali murid, pihak sekolah tidak juga mau memberikan penjelesan. Kepala Smp Negeri 19 Endang Mangularsih, hingga selasa siang belum mau menemui orang tua siswa yang telah menunggu cukup lama. Ketika dimintai konfirmasinya oleh wartawan, kepala sekolah tidak mau berbicara banyak dan hanya menyatakan besaran pungutan uang gedung dibebankan sesuai dengan kemampuan orang tua dan dapat dibayarkan seikhlasnya.

Awas Terdapat 7 Lembar Uang Palsu Pada Setiap Bendel Uang 1 Juta


Polres Sukoharjo serius mengungkap tuntas pasca penangkapan bandar uang palsu di Tawangsari, bulan lalu. Kali ini Polres Sukoharjo mendatangkan saksi ahli dari Bank Indonesia,  serta mendatangkan tim khusus dari Mabes Polri untuk mengungkap penemuan kasus pembuatan uang palsu di Sukoharjo. Analis madya senior Bank Indonesia pusat, Emil Akbar di tengah penelitian terhadap barang bukti berupa peralatan yang digunakan pelaku uang palsu di Sukoharjo mengatakan, bahwa uang palsu yang dicetak dari alat itu biasanya sudah umum. Termasuk di dalamnya juga  diedarkan dengan modus, yaitu setiap satu juta lembar uang asli, terdapat tujuh lembar uang palsu. Sementara itu Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Sukiyono mengatakan pihaknya sengaja mendatangkan saksi ahli baik untuk pengungkapan kasus serta saat persidangan kelak, setelah kasus produksi uang palsu di Sukoharjo terungkap sebulan lalu.

Tersangka Dukun Maut Didampingi Pengacara


Pengacara yang ditunjuk mendampingi Yulianto yakni Sumarsoni. Sumarsoni ditunjuk untuk mendampingi Yulianto selama pemeriksaan, baik di kepolisian maupun di pengadilan. Pertimbangan penujukkan pengacara itu karena sampai sekarang dari pihak keluarga tersangka tidak memberikan bantuan hukum, meski kasus yang dialami Yulianto sangat serius.

Kepala Terminal Kembali Dicopot


Pemindahan jabatan dilakukan walikota pada mutasi yang digelar selasa siang. Meski demikian, walikota menolak bilamana pencopotan tersebut sebagai benang pemutus permasalahan di terminal saat ini. Walikota mengaku, pencopotan sebagai sarana perbaikan terhadap kinerja di terminal tirtonadi senada dengan walikota Surakarta, Fx Hadi Rudiyatmo wakil walikota Surakarta juga menolak bahwa pencopotan tersebut terkait dengan permasalahan internal. Rudy mendukung mutasi yang dilakukan oleh walikota, karena saat ini kinerja dari kepala terminal yang lama belum membuahkan hasil. Pihaknya menjamin pencopotan menjelang lebaran ini, juga tidak akan mempengaruhi kondisi terminal. Sementara arif mutaqin, mengaku legowo dengan mutasi ini. Selaku PNS, ia memang harus siap ditempatkan di manapun. Pun halnya dengan Djamila, mengaku telah mempelajari situasi dan kondisi di Terminal Tirtonadi. Mutasi ini dinilai sekretaris Komisi III DPRD kota Surakarta, Umar Hasyim terlalu cepat. dengan dicopotnya jabatan kepala UPTD Terminal yang baru 3 bulan, justru menimbulkan pertanyaan tentang motif dibalik kebijakan mutasi.

Penemuan Brankas


Brankas berukuran lima puluh centimeter persegi yang sudah rusak di bagian pintu ini   ditemukan oleh warga desa Sirahan kecamatan Salam kabupaten Magelang. Brankas berisikan surat-surat dan kartu identias seorang warga negara asing yang bertempat tinggal di Umbulharjo Jogja, Hans Piter Boet, serta puluhan uang logam luar negri  tersebut, diduga sengaja dibuang para pelaku pencurian untuk menghilangkan jejak. Menurut Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Slamet Riyadi brankas tersebut merupakan brangkas milik seorang warga asing asal Jogjakarta, yang dicuri oleh kawanan pencuri satu pekan yang lalu. Kini barang bukti brankas beserta isinya tersebut masih diamankan di Mapolsek Salam. Sementara itu, pihak kepolisian Magelang sedang berkoordinasi dengan Polres Sleman terkait penemuan brangkas tersebut.

Kapal Kayu Terbakar Di Pelabuhan Tanjung Emas Senin Dinihari



3-KAPAL TERBAKAR.jpg

Kapal kayu bernama Babusalam ini tiba-tiba terbakar hebat sekitar pukul 2 dini hari. Api cepat merambat dari bawah dek kapal dan merembet ke bagian atas kapal. Awak kapal berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. 4 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Beruntung petugas cepat menguasai api sehingga kebakaran tidak merembet ke kapal lain yang bersandar di sekitar kapal Babusalam. 4 jam kemudian api berhasil dipadamkan petugas. Meski demikian, petugas masih waspada di sekitar lokasi masih adanya titik api di dalam kapal karena banyaknya barang yang mudah terbakar diatas kapal. Menurut saksi mata, Marwami, api diduga berasal dari mesin kapal yang mengalami hubungan pendek arus listrik. Awak kapal tidak mampu mengatasi korsleting karena kobaran api yang cepat membesar, mereka panik untuk menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu namun kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Trayek Diserobot, Ratusan Supir Angkot Geruduk Ke Dishub



2-TRAYEK.jpg

Tak kurang dari enam puluh minibus jenis mitsubishi colt diesel dan isuzu elf memadati halaman parkir kantor Dishubkombudpar kota Salatiga. Hal ini di lakukan karena PO Handayani dianggap melanggar trayek dan ketentuan jam oprasional. Mereka sudah berulangkali menghadap Dishubkombudpar dengan latar belakang persoalan yang sama, namun etikat baik mereka tidak pernah mendapat tanggapan bahkan dari PO Handayanipun sudah membuat surat pernyataan namun selalu melanggarnya. PO Handayani yang hanya mempunyai ijin trayek  empat armada angkutan  pada kenyataan  mengoperasikan hingga delapan armada. Hal ini dianggap sebagai biang permasalahan. Akibatnya pendapatan para supir dan kenek yang tergabung dalam Paguyupan Sido Rukun berkurang drastis. Setelah melakukan diskusi dengan pihak Dishubkombudpar para supir dan kenek yang tergabung dalam Paguyuban Sido Rukun membubarkan diri dengaan tertib.

GTT PTT Tuntut Kenaikan Kesejahteraan



1-GTT PTT.jpg

Para GTT PTT ini mendatangi gedung DPRD Bantul menuntut kesejahteraan dan memperjuangkan statusnya sebagai GTT PTT sekolah swasta, agar disamakan dengan GTT PTT dari sekolah negeri. Dari ratusan guru sekolah swasta ini, terdapat guru yang sudah berjuang selama 35 tahun namun belum juga diangkat menjadi PNS. Meski mereka sudah sama-sama berjuang dan mengabdi untuk dunia pendidikan di Bantul, namun masih terdapat diskriminasi terhadap mereka. Para GTT PTT sekolah swasta ini juga meminta BKD agar terus memperjuangkan mereka untuk menjadi PNS. Saat ini insentif yang diterima dari pemkab Bantul dinilai terlalu kecil yakni  200 ribu rupiah saja. Mereka meminta dewan mengusahakan kesejahteraan GTT PTT sekolah swasta dinaikkan menjadi 300 ribu rupiah. Sementara itu menurut wakil ketua DPRD kabupaten Bantul Arif Haryanto, pihaknya akan menampung aspirasi ini dan akan mencoba mengomunikasikan dengan pihak yang berkompeten.