Diburu Polisi, Ganja Disimpan Di Keranda Makam


Utoro 30 tahun, warga Tidar Baru Kelurahan Magersari Kecamatan Magelang Selatan, kota Magelang.  Dan Slamet Riyanto 27 tahun, warga Kampung Malanggaten  Kelurahan Rejowinangun Utara   Kecamatan Magelang Tengah Kota magelang harus berurusan dengan Polisi lantaran diduga menyimpan dan memiliki ganja untuk kemudian diperjualbelikan. Utoro  ditangkap satuan narkoba kedapatan membawa satu paket ganja seberat 6,7 gram. Sedangkan Slamet yang merupakan mantan napi kasus pencurian kendaraan bermotor ini, kedapatan menyimpan dua paket ganja seberat lima gram di saku celananya. Namun setelah diperiksa lebih lanjut slamet menyimpan 43 gram dan disembunyikannya di keranda makam. Kedua tersangka akan dijerat dengan UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun.

Aksi Ganyang Malaysia


Sambil mengenakan pakaian kebesaran Menwa ala tentara perang, Mahasiswa menggelar orasi di depan gerbang Gedung Agung Yogyakarta. Dalam aksi ini, Mahasiswa juga membawa dua  bendera yakni bendera merah putih dan bendera kebesaran Menwa sebagai wujud nasionalisme atau cinta Tanah Air . Selain mengecam tindakan pelecehan kedaulatan yang dilakaukan Malaysia, para Mahasiwa juga mengecam sikap kurang tegas pemerintah Indonesia selama ini. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Presiden Sby pada pidato rabu malam kemarin yang lebih memilih jalur diplomasi daripada perang dalam menyelesaikan konflik perbatasan dengan malaysia. Untuk itu, Mahsiswa mendesak kepada Pemerintah untuk bersikap lebih tegas terhadap segala bentuk pelanggaran kedaulatan NKRI.

Ikan Asin Berformalin Serta Jamu Tanpa Tanggal Kadaluwarsa Masih Beredar


Ikan asin berformalin  ditemukan di pasar Wedi Klaten. Petugas curiga karena ikan asin ini tidak dihinggapi lalat. Petugas mengambil sampel untuk diuji laboratorium. Pedagang pemilik ikan asin, Suwarni  mengaku tidak tahu jika barang dagangannya mengandung  pengawet berbahaya. Ikan asin yang dijualnya didapat dari pedagang lain. Selain menemukan makanan berformalin petugas juga menemukan produk jamu yang tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa dalam kemasan. Di pasar ini, selain ikan asin petugas mengambil sampel bakso dan mie untuk diketahui kandungan pengawet atau zat berbahaya lainnya. Di Wonogiri petugas menemukan sejumlah toko di kecamatan Ngadirojo sengaja mengaburkan kode makanan dan minuman yang telah kadaluwarsa. Petugas langsung menyita makanan minuman dimaksud.

Hakim Perintahkan Inspektorat Kemenpera Di Hadirkan



4 FAKTA GLA.jpg

 
Fakta baru dugaan keterlibatan bupati karanganyar  Rina Iriani dalam kasus dugaan korupsi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) terungkap saat kuasa hukum terdakwa Handoko Mulyono, Heru S Noto Negoro menanyakan sejumlah syarat  yang harus dipenuhi pihak koperasi untuk memperoleh dana subsidi dari Kemenpera. Dalam kesaksianya koordinator tim verivikasi dari kementrian perumahan rakyat Sifai Nur Wahat membenarkan adanya penggabungan lima koperasi ke dalam KSU Sejahtera, untuk memenuhi syarat sudah memiliki aset diatas satu miliar rupiah. Dugaan keterlibatan bupati   terkuak  karena dalam  dokumen salah satu koperasi tersebut  nama Rina Iriani tertera sebagai penasehat dan pelindung di KSU Saraswati yang sesuai dokumen dari Kemenpera ikut bergabung dalam KSU Sejahtera. Selain mengungkap adanya dugaan keterlibatan Rina Iriani, kuasa hukum Handoko Mulyono juga meminta ketua majelis hakim RE Setiawan  menghadirkan saksi  dari Inpektorat Kementrian Perumahan Rakyat. Permintaan itu di lakukan karena dua saksi yang di hadirkan dari Kemenpera  mengaku tidak tahu menahu terkait pengawasan yang semestinya dilakukan oleh pihak Kemepera.

Pengoperasian BST Mulai Picu Perang Tarif



3 BST PERANG TARIF.jpg

Ketua Organisasi Angkutan Darat 9( Organda ) Kota Surakarta  Joko Suprapto mengatakan  keberadaan bus rapit transit yang dinamai batik solo trans  bisa membuat para pengusaha otobus  khususnya trayek dalam kota  mengevaluasi tarif mereka. Bisa jadi  mereka akan menurunkan tarif  demi mendapatkan penumpang. Terkait dengan hal itu, Organda meminta kepada pengusaha untuk meremajakan armada mereka  dibanding perang tarif. Perang tarif justru akan merugikan pelaku jasa transportasi itu sendiri. Terkait dengan hal ini,  Organda meminta Dinas Perhubungan untuk menetapkan tarif berdasar batas bawah dan batas atas agar persaingan di bidang jasa transportasi lebih sehat. Sehubungan dengan pengoperasian BST dari 24 halte yang ada ternyata baru 4 halte yang dilengkapi dengan fasilitas bagi kaum difabel.

Keluarga Shock, Keluarga Tidak Yakin Korban Dibunuh



2 KELUARGA TAK YAKIN KORBAN DIBUNUH.jpg

Istri Parwoto, Wakidah didampingi ibunya menangis, saat mengingat almarhum suaminya. Parwoto meninggal satu setengah tahun lalu. Menurut Wakidah, suaminya stroke dan syaraf selama  lima tahun  sebelum akhirnya meninggal dunia. Penyakit tersebut membuat Parwoto tidak dapat pergi kemanapun. Parwoto meninggal pada 10 Februari 2009 pukul 12 siang. Keluarga yakin jika Parwoto  meninggal akibat penyakit yang diderita.  Istri Parwoto tidak yakin bila suaminya dibunuh Yulianto dengan cara diracun. Diakui Wakidah, suaminya sempat berobat ke Yulianto satu tahun sebelum meninggal dunia. Awal berobat ke Yulianto, Parwoto diperkenalkan oleh adiknya Purwadi. Selama pengobatan, tersangka Yulianto yang datang ke rumahnya  dan melakukan pengobatan di dalam kamar, dengan ditemani adiknya tersebut. Keluarga tidak menyangka bila pengakuan tersangka Yulianto benar. Pengakuan Wakidah dibenarkan ayah kandungnya Yoso Sumarto, yang mengaku menyuruh parwoto berobat ke Yulianto.

Diduga Korban Pembunuhan Berantai, Makam Parwoto Dibongkar



1 KORBAN YULIANTO.jpg

Pembongkaran makam Parwoto, warga Manjung Rt 3 Rw 1 Sawit, dilakukan sehabis Sholat Ashar. Proses pembongkaran berlangsung selama satu jam. Petugas dari Pusdokes Polda mengambil tulang tengkorak milik Parwoto yang meninggal selasa 10 Februari 2009 lalu. Tulang tengkorak kemudian dimasukkan kedalam kantong mayat, untuk keperluan  visum. Pembongkaran makam Parwoto berdasarkan atas pengakuan Yulianto,  tersangka pembunuhan berantai asal Pucangan Kartasura kepada penyidik. Salah seorang warga Sugeng Marwoto mengaku diberitahu adik kandung Parwoto, Purwadi bahwa kakaknya dibunuh dengan diracun oleh Yulianto. Purwadi mengetahui hal itu dari keterangan Yulianto  dengan dalih hendak menyembuhkan penyakitnya dua hari sebelum meninggal dunia. Untuk mengetahui kebenaran atas pengakuan tersangka, Polres Sukoharjo terus melakukan penyelidikan  termasuk membawa tulang tengkorak Parwoto untuk divisum guna mengetahui penyebab kematian.

Kapolres Sidak Toko Emas Dan Tukang Ojek


Sebelum melakukan sidak ke dalam pasar Ampel Boyolali, Kapolres melakukan dialog dengan sejumlah tukang ojek yang mangkal di depan pasar Ampel. Kepada para tukang ojek, Kapolres meminta kerjasamanya terutama berkaitan dengan keamanan di wilayah Boyolali. Usai melakukan dialog dengan tukang ojek, Kapolres didampingi Kasat Lantas AKP Sugandi dan personil melakukan sidak ke sejumlah toko emas di pasar Ampel. Di dalam salah satu toko emas, Kapolres memeriksa pengamanan di toko tersebut termasuk  penggunaan besi pengaman dan kamera cctv. Diakui Kapolres dari sejumlah toko emas yang ada di boyolali belum seluruhnya menggunakan Kamera CCTV. Kapolres juga menghimbau untuk segera melaporkan ke pihak berwajib bila menemukan kejanggalan.

Pembangunan Jembatan Elo Terancam Molor


Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah Magelang Selatan, balai pelaksana teknis bina marga provinsi Jateng, Budi Sudirman, proyek pembangunan jembatan ini sudah terealisasi 95 persen, tinggal pengurugan dan pengaspalan bagian oprit pada dua ujung jembatan. Sesuai anjuran dari kementerian pekerjaan umum, jembatan ini harus sudah siap difungsikan sejak 10 hari sebelum lebaran. Sementara itu, kepala Dinas Perhubungan kabupaten Magelang, Ismu Kuswandari justru mengaku pesimis jembatan akan selesai pada h-3.

Aski Solidaritas Korban Sinabung


Dengan mengenakan selendang khas Batak Karo, sekitar lima belas orang dari ikatan keluarga Tanah Karo Yogyakarta ini menggelar aksi penggalangan dana sejak pukul sepuluh siang. Sambil membawa beberapa kardus bertempelkan tulisan Jogja peduli Sinabung, mereka mendatangi satu per satu pengendara kendaraan bermotor yang tengah berhenti di lampu merah untuk meminta sumbangan. Dari dana yang berhasil dikumpulkan ini nantinya akan disumbangkan dalam bentuk uang ke setiap posko yang ada di pengungsian. Selain menggelar aksi penggalangan dana, ikatan keluarga Tanah Karo Yogyakarta juga membuka posko Jogja peduli Sinabung di gereja Batak Karo protestan jalan Monjali Sariharjo Ngaglik Sleman.