Pemudik Mulai Berdatangan, Dishub Percepat Pembangunan Rest Area


Salah satu titik yang disiapkan rest area, adalah jalan Bayangkara. Rest area untuk membantu pemudik  sebagai tempat istirahat selama perjalanan. Selain di jalan bhayangkara rest area juga dibangun di kawasan Jurug, Kadipiro,  Ringroad,  Adisucipto,  Terminal Tirtonadi  dan Gladak. Kasie bimbingan dan keselamatan transportasi Dishub Surakarta Ongko Prasetyo  mengatakan,  di rest area juga disediakan peta mudik, sarana dan petugas kesehatan serta logistik.  Meski pemudik sudah mulai masuk Kota Surakarta  namun masih didominasi pengguna kendaraan pribadi. Pemudik dengan menggunakan armada lebaran atau bus  belum nampak. karena itu  pada H-7 lebaran  atau jumat 3 september, Terminal Tirtonadi masih lengang. Kepala UPTD Tirtonadi  Djamila mengatakan, puncak mudik diperkirakan baru pada H-3 lebaran. Untuk menghindari tindak kejahatan, pemudik dihimbau selalu waspada dan tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal. Untuk pengamanan lebaran di Kota Surakarta, sebanyak 30 personil Brimob sudah didatangkan.

Anak Kedua Korban Akan Dites Dna


Seperti pada korban Sugiyo, warga Bentengsari Pucangan Kartasura, pihak berwajib juga melakukan tes DNA kepada anak korban Partoyo. Tes DNA akan dilakukan di Polres Sukoharjo dengan mengambil sample darah anak kedua korban Suyanto. Darah anak korban akan dibawa ke Mabes. Hasil dari test DNA tersebut untuk menyakinkan makam tersebut adalah makam Partoyo. Sementara anak korban, Suyanto mengaku siap diambil sample darahnya guna kepentingan penyelidikan. Suyanto mengaku tidak menduga bila ayahnya dibunuh tersangka Yulianto. Pasalnya tersangka Yulianto dan keluarga ibunya Wakidah masih saudara. Keluarga selama ini menduga Partoyo meninggal karena sakit stroke. keluarga Partoyo mengaku pasrah dan menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib.

Jasad Paryoto Dimakamkan Kembali


Jasad yang dimakamkan kembali adalah milik Paryoto bukan Purmanto atau Parwoto seperti disebut dalam berita kemarin. Jasad Paryoto warga Manjung Sawit Boyolali tiba di TPU desa setempat setelah sholat jumat. Jasad Paryoto dibawa dengan menggunakan Ambulance Dokpol Polda Jateng dan dibungkus dengan kain mori putih layaknya masih utuh. Tiba di makam jasad Paryoto langsung dimasukkan ke liang lahat dengan disaksikan tokoh masyarakat dan keluarga korban. Berbeda pada saat pembongkaran kamis kemarin yang dipenuhi warga, kali ini   pemakaman cenderung sepi sehingga memudahkan proses pemakaman. Di lokasi makam hanya terlihat anak kedua korban Suyanto, adik lelaki korban Purwanto dan sejumlah kerabat. Kasat Reskrim Sukoharjo AKP Sukiyono mengatakan, jasad korban memang langsung dibawa ke makam setelah kamis kemarin digali dan dibawa ke Labfor untuk outopsi. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan menyerahkan kasus tersebut ke berwajib. Hasil otopsi   diharapkan dalam waktu dekat segera keluar sehingga bisa diketahui penyebab kematian Paryoto.

Lagi Bertambah Satu Korban Yang Dibunuh Di Manahan Surakarta


Hasil penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Sukoharjo terhadap Yulianto  terus mengalami pegembangan. Sehari setelah Satreskrim Polres Sukoharjo membongkar satu korban di desa Manjung, Sawit, Boyolali kali ini Polisi sudah mengantongi satu nama korban baru yang diakui tersangka yang dibunuh di kawasan Manahan Surakarta pada 2002. Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Sukiyono mengatakan hasil pemeriksaan tersangka mengakui ada nama korban baru berinisial SR usia sekitar 25 tahun warga Pacitan Jawa Timur yang dibunuh sekitar 2002, pada saat itu korban bekerja di Surakarta dan berkenalan dengan tersangka. Polisi tidak percaya begitu saja namun tetap mengembangkan pengakuan tersangka dan dimungkinkan diadakan pembongkaran lagi mayatnya yang sudah dikubur di Jatim. Kini kasus pembunuhan berantai yang dilakuklan Yulianto terus menjadi misteri karena dalam jangka waktu 2 minggu saja sudah terdapat pengakuan 6 orang yang dibunuh dan dimungkinkan dapat bertambah lagi.

Titik Rawan Kemacetan


Kemacetan yang sering terjadi di tiga titik rawan tersebut disebabkan terjadinya penyempitan jalan dan seringnya kendaraan macet dijalur tersebut. Sehingga jika terjadi kerusakan pada kendaraan bermobil menyebabkan kemacetan panjang yang memaksa harus diberlakukan sistem buka tutup. Untuk mengantispasi kemacetan dijalur tersebut kepolisian akan menerjunkan lansung anggotanya disepanjang jalur tersebut.

Razia Daging Glonggongan


Mobil pick up bermuatan daging sapi yang berasal dari Ampel Boyolali ini dihentikan petugas saat masuk pasar Juwana sekitar pukul 02.00 dinihari tadi. Setelah memeriksa dokumen barang   petugas langsung memeriksa satu persatu potongan daging yang ada dalam bak kendaraan. Beberapa daging yang dicek petugas tidak mendapati ada yang diindikasikan glonggongan. Namun sepotong daging seberat 13 kilogram yang diperiksa, didapati memiliki ciri-ciri daging glonggongan yakni mengeluarkan air saat diperas. Daging tersebut akan diperiksa di laboratorium dinas peternakan provinsi Jawa Tengah untuk memastikan kondisi daging. Sedangkan pemilik untuk kali ini hanya mendapat teguran.

Kawanan Perampok Sadis Tertangkap


Kawanan perampok yang tertangkap itu adalah Rohmadi warga Dusun Bendosari, Desa Bandunggede Kecamatan Kedu Kebupaten Temanggumg, Sumedi warga Desa Bulurejo, Edi Kusparyanto warga Kampung Jogonegoro dan Wahyudi warga Kelurahan Rejowinangun Kabupaten Magelang. Modus yang sering digunakan para pelaku adalah dengan mencongkel jendela maupun pintu rumah milik korban, dan setelah itu kewanan merampok menggasak harta benda. Menurut salah satu pelaku Rohmadi dalam melakukan askinya, mereka tidak segan - segan melukai korbannya menggunakan senjata tajam. Bahkan mereka juga tega menyekap dan mengancam akan membunuh korban. Dari tangan para pelaku Polisi berhasil mengamankan tujuh unit sepeda motor yang belum sempat dijual, uang  delapan ratus ribu rupiah lima buah handphone dan belasan karung bodi serta sperpat sepeda motor yang sudah dipreteli pelaku. selain itu Polisi juga menyita alat alat kejahatan yang digunakan pelaku berupa parang, linggis dan tang.

Mudik Berbonceng Dua Atau Lebih Tidak Di Tilang


Mudik dengan memakai sepeda motor menjadi suatu alternatif perjalanan yang murah bagi sebagian masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri di kampung halamannya. Tahun ini, diperkirakan arus mudik yang memakai sepeda motor  akan mencapai lebih dari lima ratus  ribu sepeda motor yang akan memasuki wilayah kabupaten temanggung. Akan tetapi bahaya yang ditimbulkan memang sangatlah besar terutama bagi sepeda motor yang berisi lebih  dari 2 orang. Dalam menyikapi hal tersebut  Polres Temanggung tidak akan menilang bagi pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari dua orang. Polres temanggung hanya akan memberikan pengarahan kepada pengendara di pos-pos keamanan yang akan dibuat, dalam menghadapi  arus  mudik tahun ini.

Polda Diy Siapkan Penembak Jitu


Menurut Kapolda Diy Brigjend Pol Ondang Sutarsa Budhi, guna mengantisipasi gangguan keamanan menjelang dan selama lebaran nanti, pihaknya telah menyiagakan para penembak jitu dari satuan Brimob Polda Diy. Nantinya mereka akan ditempatkan di sejumlah titik yang dianggap rawan gangguan keamanan seperti stasiun kereta api, terminal bus,  tempat-tempat keramaian termasuk objek wisata   hingga pusat-pusat perbelanjaan. Para penembak jitu ini akan disiagakan selama dua puluh empat jam penuh mulai H min tujuh hingga H plus tujuh lebaran tahun ini. Sementara di karanganyar sebanyak delapan ratusan personel gabungan, diterjunkan guna mengamankan arus mudik lebaran tahun 2010  . apel kesiapan pengamanan lebaran ini digelar siang tadi di Mapolres Karanganyar. Selain pasukan reguler pihak Polres Karanganyar juga mengerahkan tim penembak jitu atau sniper.  Demikian juga di surakarta dalam pelaksanaan operasi ketupat kali ini, beberapa hal yang diwaspadai antara lain   kejahatan-kejahatan konvensional seperti perampokan dan pencopetan di tempat-tempat keramaian.

Apel Siaga Jelang Mudik Lebaran


Di Semarang gelar pasukan pengamanan lebaran yang diadakan di halaman Mapolda Jateng, bertujuan untuk menyatakan kesiapan jajaran Polda Jawa Tengah dalam melaksanakan pengamanan terkait operasi ketupat candi 2010. Sebanyak 11 ribu 759 personil akan dikerahkan dalam pengamanan lebaran kali ini, yang terdiri dari personil gabungan antara TNI Polri dan Dinas Perhubungan. Di Pati, sejumlah peralatan kendaraan opersional pengamanan arus mudik lebaran  ditemukan tidak berfungsi saat pengecekan. Atas temuan ini, kapolres menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk segera memperbaiki kendaraan maupun peralatan pendukungnya yang tidak berfungsi. Untuk mengamankan arus mudik dan balik lebaran jajaran Kepolisian Pati mengerahkan pasukan 300 personel yang ditempatkan di Pospam dan 300 personel sebagai cadangan.