
Ustadz Shoimin membenarkan di pondoknya memang menggunakan tenaga pengajar istri Imam Samudra dan istri Urwah. Anak-anak Dulmatin dengan Istiada pun juga nyantri di ponpes tersebut. Namun pihaknya sama sekali tidak mengajarkan paham terorisme. Keberadaan istri dan anak mereka itu lebih didassarkan pada pertimbangan kemanusiaan. Karena kondisinya sangatlah tertekan manakala suami-suaminya diburu dan dihukum hingga tewas. Untuk itu, Ustadz Shoimin menegaskan sebaiknya masyarakat jangan termakan stigma negatif dan mengecap Ponpes Ulul Albab menjadi sarang teroris. Demikian juga istri Imam Samudra dan istri Urwah yang sudah menjadi warga Tulakan dan rencananya istri Dul Matin yang baru mengajukan pindah menjadi warga Tulakan sejak sebulan lalu, berharap dapat diterima masyarakat sebagai warga biasa.
















