
Dengan menempuh jarak sekitar tiga kilometer, ribuan peserta menyemarakkan pawai batik pelangi budaya bumi merapi dengan begitu antusias. Mereka terdiri dari bregodo prajurit, kelompok kesenian tradisional, pengelola desa wisata, komunitas sepeda ontel hingga andong hias. Selain bregodo dengan pakaian khas prajuritnya, hampir semua peserta kirab dikemas dalam balutan kain batik. Tak hanya pakaian, namun semua kendaraan mulai dari andong hingga kendaraan roda empat menggunakan ornamen serba batik. Menurut koordinator acara, Aji Ulantoro, karnaval budaya yang baru pertama kali digelar ini sebagai wujud manganyubagyo atau mendukung batik sebagai warisan budaya dunia, yang telah dicanangkan UNESCO tanggal dua oktober lalu. Hal ini sekaligus mesosialisasikan kebijakan penggunaan kain batik di jajaran Pemda Sleman, dimana setiap hari jumat dan tanggal dua tiap bulan, seluruh pegawai dan pejabat di lingkungan Pemkab Sleman harus mengenakan pakaian batik. (Andri Tiyo TA TV)
















