Sapi Yang Sudah Membusuk



5 daging tak layak.jpg

Sementara itu, di Klaten  petugas menemukan hati sapi yang sudah membusuk, serta daging ayam yang direndam dalam air. Di pasar tradisional Klepu  Ceper, tim menemukan sekitar seperempat kilogram hati sapi busuk  di salah satu kios daging sapi. Kondisi fisik daging busuk itu sangat menyolok yakni sudah lunak,  menghitam  dan mengeluarkan bau tidak sedap. Pengujian dengan ph meter terhadap hati sapi menunjukkan keasaman dibawah enam. Di pasar Klepu ini pula petugas juga menemukan pedagang beramain curang, dengan merendam daging ayam dengan air. Petugaspun langsung meminta pedagang untuk mengangkat daging dari ember  dan membuang air rendamnya.  Heru Warsito-Windharto, TATV

Korban Sugiyo Hilang Hampir Tujuh Tahun



4 keluarga korban mengira merantau.jpg

Ditemui di rumahnya di Dusun Cokro Kembang  Tulung Klaten, keluarga istri korban Sugiyo   yang kerangka jenasahnya ditemukan di pekarangan rumah pelaku, tampak berbenah   menunggu jenasah yang diakui pelaku Yulianto Sebagai anggota keluarganya. Sementara anak Sugiyo, Tuti Daryati 18 tahun, bersiap berangkat  ke Mapolres Sukoharjo untuk menjalani tes Dioxiribo Nucleo Acid  (DNA). Hasil tes DNA ini nantinya akan digunakan untuk mencocokan DNA kerangka korban kedua yang ditemukan polisi. Menurut keterangan adik ipar korban Jadi Wahyudi  40 tahun, selama tujuh tahun menghilang keluarga mengira korban pergi ke Jakarta untuk merantau. Pihak keluarga tidak ada firasat apapun tentang kepergian kakak iparnya yang kesehariannya buruh harian lepas tersebut. Korban juga tidak pernah bercerita pernah mendatangi  Yulianto ataupun bercerita punya masalah dengan dukun pijat Yulianto,  yang juga tetangganya tersebut. Keluarganya baru mengetahui jika Sugiyo menjadi salah satu korban pembunuhan berantai setelah didatangi Polisi yang kemudian meminta anaknya di-tes DNA.

Anak Sugiyo Diambil Darahnya Untuk Test DNA



3 dna anak sugiyo.jpg

Selain mengambil sampel darah untuk diuji DNA,  Polisi juga meng-kroscek kan barang-barang yang turut ditemukan bersama dengan tengkorak yang diduga Sugiyo kepada keluarga, yakni  sabuk, celana, sandal dan baju. Sementara itu, Titik anak kandung Sugiyo  meyakini kerangka yang ditemukan itu adalah bapaknya. Keyakinan Titik bukan didasarkan pada temuan kerangka  namun curiga terhadap tersangka yang tiga kali mendatanginya dan memaksa untuk membubuhkan tanda tangan setuju ada pengalihan tanah. Pada kesempatan ini Titik menegaskan jika nama aslinya bukan Titik namun Tuti.

Tersangka Memohon Maaf Kepada Keluarga Korban



2 tersangka minta maaf.jpg

Siapa sangka, sosok agak pemalu ini begitu tega menghilangkan nyawa sesama manusia.  Yulianto mengakui alasan membunuh Sugiyo karena jengkel, karena Sugiyo tidak kunjung membayar hutang 5 juta yang dipinjam dari Yulianto. Padahal uang 5 juta itu, menurut yulianto  merupakan jerih payahnya dari bekerja sebagai tukang becak dan tukang batu. Kepada TATV   tersangka dukun maut ini menceritakan kisah nekatnya membunuh Sugiyo maupun Susanto. Yulianto membunuh Kopda Susanto juga karena jengkel, yang bersangkutan tidak segera membayar ongkos pijat 200 ribu. Meski begitu Yulianto mengaku menyesal dan meminta maaf. Yulianto mengaku hanya membunuh dua orang  tidak lebih.

Motif Pembunuhan Dukun Maut Karena Jengkel Dan Sudah Direncanakan



1 motif pembunuhan.jpg

Tim penyidik unit Reskrim Polres Sukoharjo akhirnya berhasil mengungkap fakta dibalik kasus pembunuhan satu orang anggota Kopasus Kopda Santoso, serta kerangka manusia yang diduga kuat adalah mayat Sugiyo tetangga tersangka. Tersangka merencanakan membunuh, setelah permintaannya tidak dipenuhi Susanto dan Sugiyo.
Hasil pemeriksaan diketahui, bahwa tersangka sudah merencanakan dengan rapi dua pembunuhan yang dilakukan terhadap Kopda Santoso anggota Kopasus Grup 2 Kartasura dan Sugiyo. Sebelum dibunuh, Kopda Santosa diberi ramuan kecubung. Ramuan ini juga pernah diberikan kepada Sugiyo, namun motif pembunuhan berbeda.  Yulianto membunuh Sugiyo karena terkait hutang piutang. Sementara  dengan Kopda Santosa terkait ongkos pijat yang tidak segera diberikan. Namun tersangka juga memiliki motif lain, menguasai harta korban setelah dibunuh. Kini polres sukoharjo tidak puas begitu saja dengan pengakuan dua jasad yang sudah dibunuh. Namun terus mengali kemungkinan ada korban-korban lain yang dibunuh oleh tersangka.

Kandang Rusak, Kera Koleksi TSTJ Banyak Yang Hilang



5 monyet hilang.jpg

Petugas Taman Satwa Taru Jurug senin siang mencari lima, dari 15 kera yang menghilang dari kandang. Kera-kera Jawa di TSTJ, dalam beberapa bulan terakhir  banyak yang hilang karena kondisi kandang sudah tidak layak. Sebagian kera yang lepas, terkadang sempat ditemukan lagi oleh petugas. Namun beberapa diantaranya, dinyatakan tidak diketemukan. Petugas TSTJ menegaskan telah usul adanya perbaikan kandang kepada Pemerintah, namun belum dilakukan  perbaikan. Belum dilakukan terkait status TSTJ yang belum jelas, kondisi kandang yang tidak layak, selain membuat koleksi hewan lepas juga mengakibatkan sejumlah kera terluka karena tergores bagian kandang.  Sementara itu, berdasarkan keterangan petugas lain, sebelumnya salah satu koleksi kuda nil sempat lepas, namun berhasil ditangkap lagi. Kudanil lepas terkait kondisi kandang pula, selain kudanil dan kera yang lepas seekor buaya  juga lepas dan hingga kini tidak ditemukan.

Diduga Yulianto Juga Membunuh Siti Aminah Pacar Pertamanya



4 mantan pacar.jpg

Rodhi, kakak kandung Siti Aminah mengatakan, adiknya dan Yulianto pernah terlibat hubungan cinta, hingga membuat Aminah mengandung. Siti Aminah kemudian meminta pertanggung jawaban. Selang beberapa hari, Siti Aminah hilang dan tak pernah kembali. Sementara itu, Suwarto ayah kandung Siti Aminah menambahkan  sesaat sebelum pergi, Aminah pamit akan menemui temannya, yang sama-sama beralamatkan di Pucangan Kartasura.

Mungkinkah Temuan Tengkorak Itu Adalah Sugiyo



3 korban baru.jpg

Munculnya nama Sugiyo sebagai sosok atas tengkorak yang ditemukan petugas senin pagi,  diungkapkan ketua Rt tempat Yulianto tinggal, Jasmin berdasar pengakuan Titik anak sugiyo   sejak sugiyo hilang enam tahun lalu, Yulianto sebanyak 3 kali datang ke rumah Titik, di Kecamatan Tulung  Klaten, memaksa Titik anak Sugiyo untuk menandatangani berkas balik tanah milik Sugiyo, seluas 700 meter  yang terletak di Pucangan Kartasura. Namun Titik menolak karena tidak tahu duduk perkara. Kedatangan ketiga Yulianto kali terakhir  sekitar empat bulan lalu,  hanya saja mengenai kebenaran dugaan ini, masih menunggu hasil otopsi tim Labfor Tuntas. Sementara itu dalam membunuh korban, Yulianto diduga melakukan praktik mutilasi   atau memotong tubuh korban.

Di TKP Dipastikan 1 Kerangka Manusia , Lainnya Kerangka Kambing



2 kerangka forensik.jpg

Temuan mayat di rumah milik Yulianto, di Kragilan Pucangan Kartosuro ditindaklanjuti dengan pembongkaran tanah di sekitar lokasi. Untuk menemukan adanya mayat lain, senin pagi    petugas menemukan kerangka manusia dan tulang belulang, kemudian pada senin siang harinya,  tim Dokter Polresta Surakarta dibantu tim Dokter RS Muwardi, melakukan outopsi atas sejumlah kerangka yang ditemukan. Menurut ketua tim outupsi kerangka,  Aji Kadarmo hasil otopsi memastikan  satu kerangka manusia yang ditemukan dengan umur antara 40 hingga 60 tahun. Bukti lainnya saat kerangka ditemukan adalah sandal merek lily dan celana pendek warna biru, hingga outopsi berakhir dipastikan baru satu kerangka manusia yang ditemukan, sementara kerangka-kerangka lainnya adalah kerangka kambing yang dikubur tak jauh dari kerangka manusia ditemukan.  Hingga saat ini masih terdapat 4 kantong plastik berisi kerangka yang belum diotopsi, otopsi akan dilakukan selasa besok Pagi.

Polisi Berhasil Temukan Satu Tengkorak Manusia Dan Puluhan Tulang Belulang



1 tengkorak.jpg

Tim kepolisian Sukoharjo terus melakukan penggalian di lokasi rumah Yulianto, tersangka pembunuh anggota Kopassus Kopda Santoso, bersama Labfor Polda Jateng. Petugas menemukan satu tengkorak dan tulang belulang di pekarangan rumah Yulianto, yang juga berprofesi sebagai tukang pijit di desa Kragilan Kartasura. Tengkorak beserta tulang belulang yang ditemukan, berikutnya diotopsi untuk dipastikan apakah kerangka manusia ataukah kerangka hewan. Temuan tengkorak dan tulang belulang di rumah Yulianto ini memastikan bila jumlah korban yang diduga dibunuh Yulianto. Tidak hanya satu, namun lebih setidaknya hingga senin ini, sudah dua orang dinyatakan dibunuh. Polisi mengirim semua temuan tengkorak dan tulang belulang ke Laboratorium forensik di Kota Surakarta, guna identifikasi jumlah dan jenis korban.